Ada cerita yang keren banget nih.
Kemarin malam my older brother minjemin HP-nya ke aku (soalnya my younger sister mo ngomong ma aku, tapi berhubung HPku rusak jadi gak bisa). Aku kira ada kabar apa…. Ternyata cuma satu lagi kebodohan anak SMP. Hahaha (masa SMPku juga kusebut masa-masa jahiliyah sih sebenernya…).
Ceritanya gini, ade’ku punya kakak kelas cewek (masih SMP), anggaplah namanya Natalie (nama ini kuambil dari lagunya The Killers yang “Believe Me Natalie”). Nah, si Natalie ini pacaran sama anak SMA yang nama samarannya Andy (nama ini juga kuambil dari lagunya The Killers yang “Andy, You’re a Star”).
Si Andy dan Natalie tu benar-benar saling mencintai (huek) dan demi membuktikan cintanya, si Andy ngajak Natalie jalan-jalan naek motor (halah!). Tapi mereka gak sadar bahwa ada seorang cowok psikopat (nggak se-ekstrem itu sih sebenarnya) yang sangat mencintai Natalie dan tidak ingin wanita yang dicintainya jalan-jalan naek motor sama Andy. Nama samaran cowok psikopat ini adalah Michael Valentine (dari lagunya the Killers yg “The Ballad of Michael Valentine”).
Kebetulan Michael Valentine ini adalah ade’ kelas si Natalie. Karena masih sangat muda dan berbakat, Michael tu notabene belum memasuki masa kematangan MENTAL (dengan kata lain: GOBLOK!). Jadi, saat dia melihat Natalie dan Andy sedang memadu kasih, halah, maksudnya sedang jalan-jalan naek motor, muncullah ide ala psikopatnya. Dia memutuskan untuk membuntuti dua sejoli itu dengan motornya. Trus, dengan api cemburu yang membara, seperti di lirik lagunya the Killers yang “Mr. Brightside”:
“I just can’t look. It’s killing me… and taking control. Jealousy, turning saints into the sea, swimming through sick lullabies, choking on your alibis… But it’s just a price I pay! Destiny is calling me, open up my eager eyes… Coz I’m Mr. Brightside!”
Eh, sampe mana tadi? Keasyikan nyanyi sih…. Oh iya, dengan api cemburu yang membara, Michael Valentine berpura-pura akan menyerempet motor yang dikendarai oleh pasangan yang sedang dimabuk cinta itu (jadi ingat grup musik “Debu”, vokalisnya cakep bgt!). Hasilnya, apa lagi kalo bukan keserempet beneran??? Hehehe…. Tragis. Oh belum, bukan itu puncak tragisitas-nya (kata baru: TRAGISITAS, bentuk kata benda dari kata sifat “tragis”. Hehehe…), yang lebih tragis adalah Natalie jatoh dari motor dengan wajah mendarat mulus di atas jalan yang baru diaspal. Sumpah, gak tega ngebayanginnya. Bagaimana dengan Andy? Sampai berita ini diturunkan, nasib Andy blum bisa dikonfirmasi (mungkin saja ia tengah meratap sedih di kamarnya… memikirkan bagaimana ia akan menjalani hidupnya tanpa Natalie, kekasih sejatinya. Duh, aku kok jadi mual sendiri… HAHAHA). Tapi nggak kok, Natalie (sepertinya) baek-baek aja. Aku yakin kehidupan sosial Natalie akan tetap berjalan lancar walaupun mungkin saja wajahnya saat ini perlu operasi plastik.
Begitulah cerita cinta sejati Natalie, si gadis cantik yang ternyata “berjodoh” dengan aspal dengan Andy, sosok yang kukenal sebagai ade’ kelasku yang paling cakep dan manis dan keren dan drummer favoritku di SMA dulu tapi pendiam bgt, dan tentu saja, Michael Valentine yang (mungkin) sampai saat ini masih menyesali perbuatannya (atau gak nyesel sama sekali dan malah pesta pora? Gak tau deh). Yang jelas, cerita ini mungkin bukan fiktif belaka, tapi juga tidak bermaksud menyindir siapapun (lha wong dari tiga orang itu aku cuma kenal Andy kok). Tinggal bagaimana kita mengambil hikmah darinya (ck…ck…ck… bijak nian aku!). Oh iya, dan kenapa cerita ini kusebut “Kisah Mr. Brightside”? Karena, lagunya the Killers yang berjudul “Mr. Brightside” ini sedikit banyak bercerita tentang rasa sakit dan pahit yang diakibatkan oleh kecemburuan berlebihan (intinya sih gitu). Jadi, ketika mendengar cerita ini dari ade’ku yang memang suka menggosipkan kakak kelasnya (bagus, dik, bagussss…), otakku yang 90% terobsesi pada lagu-lagunya the Killers, langsung menyambung-nyambungkan cerita ini dengan lagu itu. Hehehe… harap maklum.
Hikmah yang bisa diambil para cewek dari kisah ini:
1. Selalu waspada pada ade’ kelas (atau siapapun) yang terobsesi pada kesempurnaan fisik yang kita miliki. Secantik apapun kita, kita tidak akan pernah tau kapan aspal akan “menjemput” kelebihan kita yang satu itu.
2. Kalo diajak pacar naik motor, pastikan kita tidak melewati daerah-daerah yang biasa ditongkrongi para psikopat (apalagi jika hidup di kota kecil). Atau, kalau kau cukup kurang ajar, minta naik mobil aja!
Kalo diajak pacar naik motor, pake helm yang sesuai standard pak polisi (hii… aku paling takut sama yang namanya polisi). Biar pas ada psikopat yang sengaja nyerempet kita, wajah kita yang cantik dan mulus terlindungi. Lho, make sense kan? Kalo perlu buat helm sendiri yang terbuat dari baja.
3. Tidak memberi “harapan” bagi cowok yang tidak kita taksir (terutama jika kita telah memiliki pacar yang keren, kalo jomblo sih gak pa-pa).
4. Ketika kita sedang bersama sang pacar dan ada cowok yang naksir kita ngeliat, usahakan untuk tidak memberi kesan seolah kita sedang berbicara seperti ini: “Eh, ini cowokku lho… cakep kan? Keren kan? Dia gitaris handal lho…Bokapnya kaya lho… Punya kolam renang lho… Neneknya mantan Putri Indonesia lho…”. Ingat ya, jangan pernah seperti itu! Masalahnya, itu akan memacu otak si cowok yang naksir kita itu menjadi setengah rusak! Apalagi kalo si cowok yang naksir kita ini mukanya gak lebih cakep daripada Tukul Arwana, gak bisa main gitar, lahir dari keluarga pas-pasan, gak pernah berenang kalo kampungnya gak kebanjiran, neneknya mantan penjual sabu-sabu… Wah, bahaya banget! Serius nih.
5. Dan jika semua itu telah kita usahakan tapi tetap saja ada cowok yang suka menguntit kita…. Syukuri saja. Enak kan punya fans? Kalo perlu pas dia lagi menguntit kita, kita bilang gini, “Butuh tanda tangan gak saaayyy??” Dijamin, BESOK-BESOK DIA UDAH MALES MENGUNTIT KAMU.
Hikmah yang bisa diambil para cowok dari kisah ini:
Bodo amat. Pikir aja sendiri. Aku kan bukan cowok.
Hikmah yang bisa diambil para ade’ kelas (khususnya anak SMP) dari kisah ini:
1. Jangan terlalu berharap pada kakak kelas. Mending cari ade’ kelas aja deh (yang masih SD sekalian) kalo udah bener-bener putus asa dalam mencari jodoh.
2. Kakak kelas tu emang udah dari sononya ngerasa “SUPERIOR” dibanding ade’ kelas. Manusiawi. Ntar kalo kamu jadi kakak kelas paling juga gitu.
3. Sekali lagi, mending gak usah naksir ma kakak kelas. Karena, kalau dia masih punya kakak kelas, dia pasti bakal naksir ma kakak kelasnya, sama kayak kamu. Jadi kayak inflasi spiral gitu lho gambarnya. (Gaya nih, mentang-mentang mantan anak IPS).
4. Belajar giat. Sapa tau kamu masuk universitas keren kayak UGM. Terus kamu menemukan banyak orang pintar…. Wah, asik banget lho. Kamu akan menemukan manusia-manusia dari berbagai latar belakang dan kepentingan. Tinggal pilih, mau batagor apa siomay? Halah! Apa coba?
5.Terakhir, kalo kamu ketemu orang yang kamu sukai; SMILE LIKE YOU MEAN IT (ini salah satu judul lagunya the Killers juga lho). Maksudku, SENYUM AJA! Jangan diserempet pake motor. Rajin amat…. Lagian senyum itu dahsyat lho pengaruhnya. (Harus kuakui, ini satu masalah juga buat aku karena aku emang lahir dengan kemampuan yang luar biasa: tidak senyum berjam-jam. Trus, kalo ketemu orang yang disukai, aku tu speechless seribu speechless. Halah. Ya gitu deh.)
Lho kok jadi panjang banget ya postingnya? Udah dulu kali ya. Ntar blog-ku jadi novel kan gak enak. Ya udah ya. Thatha. Mmuachh!!!!!!!!!! (semoga kisah ini berguna bagi kita smua. heehheheheheh!!!)