Sunday, January 07, 2007
10:57 pm
5 Film Zombie yang Pernah
Kutonton: skala 1-10
1. Dawn of the Dead
Score: 9
Keren.
Keren banget. Bagian yang paling kusuka adalah saat mereka (orang-orang yang
masih selamat dari zombie) terjebak di mall. Ide yang brilian! Di sana mereka bisa ngelakuin
apa pun; tidur di kasur model (seperti di video klip-nya Kanye West yang bareng
Adam Levine itu lho), makan semua cadangan makanan yang ada (PRINGLES! GRATIS PULA!), nyobain baju-baju
keren (hal pertama yang akan kulakukan kalau aku terjebak di mall seperti itu),
pokoknya menggunakan sarana apa pun yang ada di mall (termasuk LCD flat gede
buat nonton dan main game). Bagaimana bisa terjebak di sebuah mall yang
dikelilingi oleh zombie-zombie kelaparan terlihat begitu menyenangkan? Itulah
keistimewaan semua film tentang zombie: GAK MASUK AKAL!
Selain
itu, aku suka banget adegan waktu mereka akhirnya bosan dan memutuskan untuk
menembaki zombie-zombie yang ada di luar gedung dari lantai teratas
(kreativitas itu penting saat kau terjebak di antara para zombie). Yang lucunya
lagi, mereka berlomba menembaki zombie yang mirip artis.
Ada zombie yang mirip Burt Reynolds, Rosie
O’Donell, dll. Konyol banget deh. Coba aja mereka bikin zombie-nya Brandon Flowers,
pasti filmnya bakal lebih sukses!!!
Hikmah
yang dapat diambil dari film ini: kalau dunia ini tiba-tiba diserang oleh
zombie, tempat pertama yang harus kau tuju adalah pulau terpencil, bukannya
mall. Bener lho. Iya sih, di akhir film diperlihatkan bahwa di pulau terpencil sekalipun
masih ada zombie, tapi itu
kan
pinter-pinternya si pembuat film supaya ada kemungkinan untuk sekuelnya!
2. Land of the Dead
Score: 9,5
Excellent
sequel!
Susah lho bikin sekuel yang sanggup
menyeimbangi pamor film perdananya. Sama susahnya bagi The Killers untuk bikin
album yang mampu menyaingi angka penjualan album pertama mereka (yang booming
banget di Amrik dan Eropa, bukan di negara ini, mengingat selera musik orang
Indonesia
tuh masih taraf homo erectus. No heart feelings, becanda kok.). MAAF, MAAF.
Salah satu syaraf otakku yang khusus menyimpan segala memori tentang The
Killers baru aja bereaksi.
Intinya,
film ini adalah sekuel dari Dawn of the Dead yang nggak kalah serunya dari film
pertamanya itu. Yang menarik, dalam film ini dikisahkan bahwa para zombie sudah
hidup bertetangga dengan manusia. Jadi, setiap orang harus membawa senjata dan
memakai kendaraan bermotor kemana pun akan pergi. Gak hanya kekerasan,
materialisme juga benar-benar diusung oleh film ini. Ceritanya, orang-orang
kaya bisa tetap hidup mewah di sebuah tempat yang sudah diisolasi dari para
zombie, sedang yang miskin terpaksa hidup dalam ketakutan.
Oh,
ada lagi yang istimewa! Di film ini, pemeran utamanya lebih kece-kece lho.
Zombie-nya juga lebih pintar-pintar (bisa berenang lho! Kurang apa lagi coba?).
Adegan
yang paling kusuka di film ini adalah “adegan zombie si kepala buntung yang
menyerang ketika para jagoan berada di mobil”. Jadi, si zombie ini kepalanya
udah nyaris putus gitu, tapi masih bisa menggigit. Padahal leher dan kepalanya
tuh hanya tersambung oleh syaraf-syaraf gitu. Naas banget pokoknya.
Harus
diakui, film ini cukup dangkal, jadi jangan coba-coba deh mencari filosofi
hidup dari film semacam ini. Tontonlah sebagai sarana hiburan semata (yah… semoga
aja dengan melihat usus manusia dicabik-cabik, kau akan merasa terhibur!).
Hikmah yang dapat diambil dari
film ini: jangan sekali-sekali meremehkan kemampuan intelegensia para zombie.
3. Shaun of the Dead
Score: Nonton
pertama kali-10, kedua kali-9, selanjutnya-8.
Mau lihat orang Inggris ngelucu tapi
jayus? Tonton film ini! Sangat pas ditonton oleh orang-orang yang sedang
kekurangan selera humor maupun orang-orang yang kelebihan selera humor. Sebelum
nonton film ini, aku nggak tahu kalau drama, komedi, zombie, dan usus terburai
itu bisa dipadukan dalam satu paket film, dengan takaran yang pas pula! Itulah
keistimewaan film ini.
Adegan favoritku adalah ketika Shaun
dan Ed melempari zombie dengan piringan hitam. Asli, goblok banget. Jelas-jelas
adegan itu melecehkan Sade dan musisi yang bekerja keras membuat soundtrack
film Batman!
Kalimat favoritku dalam film ini: “removing
the head or destroy the brain!”
Hikmah yang dapat diambil dari film
ini: selalu menonton berita televisi sampai selesai, jangan setengah-setengah!
Dan selalu ingat janji kencan dengan pacarmu. Kalau tidak, bisa saja dia
memutuskanmu di saat yang tidak tepat—saat para zombie muncul ke dunia—dan akibat
luka hatimu yang begitu dalam, kau jadi tidak sadar bahwa di sekitarmu zombie
tengah menyerang!!!
4. House of the Dead
Score: 2
Film
gagal. Beneran deh. Kayaknya yang buat film tuh cuma pengen seneng-seneng aja.
Adegan slow motion-nya jayus banget.
Hikmah
yang dapat diambil dari film ini: JANGAN NONTON FILM INI.
5. Boy Eats Girl
Score: 4
HAH!
Kombinasi zombie terkutuk dan tingkah polah murid-murid SMA yang haus seks. Gak
begitu buruk, ada lucunya juga sih. Tapi ya… masih payah. Nonton film ini harus
sabar, karena perjalanan menuju terwujudnya populasi zombie di Inggris memakan
waktu yang agak lama dalam film ini. Gak kayak film-film lain yang langsung to
the point.
Alkisah,
ada cowok cakep bernama Nathan yang naksir dengan sahabat lamanya, Jessica
(diperankan oleh Samantha Mumba). Nathan ingin menyampaikan perasaannya itu
kepada Jessica dan ngajak Jessica pacaran, tapi dia seperti kehilangan
kata-kata setiap bertemu Jessica (basi banget ya?). Lagian bokapnya si Jessica
nih rese’ banget, selalu menghalang-halangi Nathan dalam usahanya mengejar
Jessica (anehnya, bokapnya Jessica tuh kulit putih, tapi Jessica nih kulit
hitam. Bukannya aku rasis, tapi kok… aneh ya? Oh, mungkin si Jessica ni anak
adopsi kali yah…).
Suatu
hari, salah seorang teman Nathan yang jahil ngirim sms ke Jessica pake HP-nya
Nathan. Isinya apa lagi kalo bukan ngajak Jessica ketemuan di “gubuk” tempat
mereka biasa nongkrong (WC kaleee…). Jessica (dengan sangat PD-nya) menyanggupi
ajakan ini. Mau nggak mau, Nathan akhirnya mempersiapkan mentalnya untuk
bertemu Jessica. Sampe di gubuk itu, Nathan menunggu dan menunggu. Jessica
sendiri terkurung di kamarnya lantaran bokapnya yang rese’ itu nggak ngijinin
dia pergi (norak banget tu bokap, lagian Jessica-nya juga goblok sih, baru
melarikan diri dari kamar di saat-saat terakhir).
Nathan
sempat menulis “naskah” kata-kata yang akan disampaikannya kepada Jessica di
gubuk itu, tapi selalu “tidak cukup bagus” dan ia lemparkan begitu saja di
lantai. Jessica nggak datang. Dengan perasaan kacau, Nathan pergi dari gubuk.
Jessica
akhirnya melarikan diri dari kamarnya, pergi ke gubuk. Nathan gak ada di
sana dan Jessica menemukan
“naskah” si Nathan. Kesalahpahaman demi kesalahpahaman muncul. Nathan bunuh
diri setelah dia mabuk (sok dramatis). Ibu Nathan menggunakan ilmu hitam untuk
menghidupkan Nathan lagi, tapi ada resep yang lupa dimasukkan (merica
kayaknya), Nathan hidup kembali, tapi jiwanya nggak ada. Jadilah si Nathan ini
mayat hidup yang selalu lapar dan menginginkan daging manusia sebagai sarapan,
makan siang, dan makan malam.
Selanjutnya, bisa ditebak,
setengah populasi manusia di Inggris berubah menjadi zombie. Cuma gara-gara ibu
yang teledor.
Tapi
penyelesaiannya juga gak mutu banget. Cuma dengan sekali gigitan ular, dan…
tadaaa…!! Anda bisa kembali menjadi manusia lagi walaupun tadinya Anda sudah
terinfeksi. Males banget kan?
Hikmah
yang bisa diambil dari film ini: cewek-cewek harus belajar mengoperasikan
traktor atau alat-alat berat lainnya agar ketika zombie menyerang, kita bisa
menumpasnya dengan peralatan berat itu. (Serius nih, masa’ iya sih ada cewek
SMA yang bisa mengemudikan traktor? Sutradaranya labil tuh.)
HOW ABOUT U?
Suka nonton film ZOMBIE gak?