Archive for January, 2007

Jangan Ganggu ErQon (*tiit*)

Wednesday, January 31st, 2007

Tuesday, January 30, 2007.
09:48 a.m

I write this especially for my friend, R-Qon.

Yum, yum, aku abis minum kopi lho… Eh ya, R-Qon lagi sakit ya?? Kasiannya sayangku… Teman tidurku <kalo aku lagi ikut2an ngekos>… Makanya, kalo jalan ke Parangtritis ngajak2 donk! (Hihi, padahal waktu itu aku lagi sakit ya?) Nah, akibatnya demamku jadi berpindah kepadamu ya, Qon? Hehehe… Cepat sembuh deh, kalo kamu sakit aku jadi enggan berkunjung lagi ke kosmu, Qon. Gak seru sih kalo kita-kita ngumpul trus kamunya diem2 doank kayak sapi blo’on (gak perlu dibayangin). Lagian kalo kamu sakit, aku pasti nggak tega menindas kamu lagi.
Kalo anak2 yang lain sih masih tetap tega kayaknya, jadi bebanku sedikit teringankan. HUAHAHAHAHAHA!!!

KAPAN KAMU BIKIN FS, QON?!! Sampe aku tulisin di blog-Q segala nih kalo aku tuh pengen banget kamu punya FS! Karena kamu adalah anggota Rw-Rzz yang paling aneh (LHA, APA HUBUNGANNYA?) dan yang paling spesial (sampe’ kita2 bikin lagu yang didesikasikan khusus untukmu, Qon. Yuk, nyanyi! "Jangan ganggu R-Qooonnn! *TIIT* *TIIT*"). Lagian kamu dalam misi pencarian cinta sejati kan, Qon? Aku yakin FS bisa membantu! Tentunya dengan tekad kuat dan sedikit keberuntungan juga. Yah, pokoknya, just be yourself lah, Qon.
Ingat pesanku dan Dhewe’ waktu itu… jangan *tiit* cowok! Okeh? Okeh? Karena tiap cowok itu apa Qon? Yak, mereka gampang *tiit*!
Hahahahaha…. para cowok dah penasaran nih Qon! (Tapi yang jelas bukan penasaran ma kamu maksudku)

Buat cowok2 jomblo, kalo ada yang lagi iseng baca ni blog, kali aja ada yang mau kenalan ma temenku. Namanya R-Qon, eh… Erna!
Yup, namanya adalah Erna. Sebuah nama yang indah nan menawan bukan? (huek)
Dia adalah seorang cewek (ya iyalah!), umurnya… (berapa, Qon? 18 tho?). Yah, 18 tahun. September 2007 baru akan 19 tahun. Seperti aku, dia juga kuliah di UGM tercinta. Tapi dia berada di salah satu fakultas eksak. Dan katanya, kampusnya tuh sangat langka akan pria, hahahaha. Masa’ sih? Soalnya aku belum pernah berkunjung ke kampus itu.

Menurutku, R-Qon tuh anaknya baik banget. Bahkan salah satu yang paling penyabar di antara 12 cewek2 Rw-Rzz (kita tuh ber-12 bukan sih?). Hehehehehe….
Keistimewaannya R-Qon tuh apa ya? Yang jelas dia nggak ngorok kalo tidur (Sudah kubuktikan sendiri soalnya), nggak marah (atau tepatnya nggak bisa marah) kalo kita ambil cadangan makanan daruratnya, memiliki bando merah berpolkadot putih (suatu bencana bagiku), memiliki senyum yang aduhaaaiiii, dan… banyak lagi keistimewaan R-Qon yang patut
Anda telusuri sendiri! Soal tampang, ada yang bilang R-Qon tuh mix-nya Luna Maya dan Tamara Bleszynski (yang bilang adalah R-Qon sendiri sebenarnya! Hahaha). Kalo menurut saya sih… well, R-Qon tuh gak perlu ngaku2 mirip "Luna Maya" ATAUPUN "Tamara NamaSusahDieja", dia tuh cantik ala dia sendiri (duh, agak terpaksa ngomongnya, hahaha). Yah, hanya perlu sedikit sentuhan dari one stylish lady kayak aku pasti deh inner beauty-mu akan tambah merekah, Qon. Ibaratnya (kalo ada kata "ibarat" ada kata "itimur" gak ya?), kamu tuh seperti berlian yang belum dipoles. Ceileh…. Makanya kamu baik2 sama aku, Qon. Ntar aku yang jadi Stylist-mu deh! Dijamin yahud. Hehehehe.

Gimana? Adakah cowok jomblo yang penasaran pada sosok R-qon ini? Contact Person-nya aku deh… Hehe…. Kok rasanya Blog-ku jadi ajang biro jodoh gini?
Halah. Halah. Ya sudahlah, pokoknya, buat R-qOn, CEPET SEMBUH YAH. Minum susu cap *tiit* yang aku bilang itu lho.
Uh, gak percaya sih sama aku! Padahal beneran lho, kalo minum itu pasti cepet sembuh. hehehehe…

Oh iya, to my blog, maap dah nelantarin dirimu yah…. Kemaren2 aku lagi sakit,jadi gak bisa keluar rumah. Sebelum2nya juga gak sempet ngenet…
maap, maap, maap. sebenarnya yang mau ku-post tuh dah buanyak banget! Tapi jadi lupa gini….
ya udah deh. C U again soon. THaTHa.

Saat Paling Asik untuk Berpikir (Bag.II) Subjudul: SUN-POOP

Wednesday, January 31st, 2007

Tuesday, January 30, 2007.
09:38 a.m

Memakai kata "nge-poop" (yang artinya, by the way, adalah BAB alias Buang Air Besar), aku jadi ingat lagu yang kuciptakan bersama anak-anak Rw-Rzz, judulnya "Sun-poop (Nge-poop Pertama)". Lagunya gini:

"Sun-poop,Sun-poop,apa kabar, Poop? Kabarku baik-baik kok, Poop"
Kau tak sempat, tanyakan aku, kapankah aku mau nge-poop?"

"Tiap kali, aku mau nge-poop… aku bertanya,
mana Sun-poop? Mana Sun-poopkuuuu…."

halah!!! Ada-ada aja. Ya gitu deh pokoknya. lupa lanjutannya apa. Pokoknya setiap kalimat harus ada kata "poop"nya.
Bodoh. Bodoh. Waktu itu nggak ditulis sih! Seharusnya ditulis ya? Biar lagu itu abadi. Kalo perlu
jadi "national anthem"nya anak-anak Rw-Rzz! Hahahahahahaha…

Oh ya,ada satu lagi lagu ciptaan kami, judulnya "Jangan Ganggu R-Qon (*tiit* *tiit*)"
Tapi tuh lagu terlalu "abnormal" untuk dipublikasikan, jadi sebaiknya kami nikmati sendiri saja.
Lumayan, untuk menghibur teman kami, R-Qon, jika ia sedang sedih… (huek).
Selanjutnya aku akan menulis tentang salah satu anggota RHeWaRezZ CrEw yang bernama R-Qon a.k.a. Qombel.
Tapi aku mau melakukan sebuah ritual dulu ya. hehe….

Saat Paling Asik Untuk Berpikir (Bag.I)

Wednesday, January 31st, 2007

Tuesday, January 30, 2007.
09:34 a.m.

Aku baru aja menemukan fakta bahwa saat yang paling asik bagiku untuk berpikir adalah saat aku GOSOK GIGI!!! Eh, beneran lho. Setiap aku gosok gigi, pasti aku menikmati pemikiran-pemikiran yang muncul di otakku. Kadang-kadang aku menganalisa lirik lagunya The Killers juga pada saat aku gosok gigi. Hehehehe…
Fakta yang aneh.
How about U?
Apakah saat kamu sedang ngerokok?
Apakah saat kamu sedang memejamkan mata dan berbaring di atas tempat tidur?
Apakah saat kamu sedang "nge-poop"?
haha. Aneh-aneh aja ya…

Things to Remember…

Sunday, January 21st, 2007

Wednesday, January 17th, 2007.
11:08 pm.

Just for information, hari ini ada yang telah pulang kampung dengan suksesnya. Selamat ya!
Welcome home, A**! (ni kayak judul novel yang nggak selesai2 itu yah?)
Eh, kenapa juga identitasnya disamarkan gini, pasti ketebak jugalah…!

kata seorang temanku, Wonosobo tuh dingin ya? Trus katanya aku harus jalan2 ke sana kapan2. Hiks. Pengen….
Tapi kok kayaknya sangat susah untuk diwujudkan.

Liburan kali ini, all the people I know well in da campus pada balik ke kampung halaman masing2. Sepi deh!
Jadi pengen pulang kampung juga….
Pasti seneng banget ya bisa kumpul bareng keluarga. Makan bareng, nonton TV bareng, digigit nyamuk bareng… hehehe.

-Reminiscing My Hometown-
Jadi ingat Bontang city nih.
Pa kabar ya? Masihkah Bontang Obor menjadi sasaran remaja-remaja yang mabuk cinta? Masihkah "BSD tahap 6" jadi tempat makan favorit keluarga? (halah).
Pasti omset para pedagang makanan di BSD menurun gara2 anak2 rhewarezz dah pada kuliah!
hihihi…

-Reminiscing My High School-
oi oi… pa kabar ya sekolahku?? My lovely Vidatra High School.
Yang manusianya ancur-ancur (khususnya angkatan 1 tingkat di bawahku, semoga aja ada yang masuk Komunikasi UGM, biar nanti jadi tempat pelampiasanku di saat labil, HAHAHAHAHAHA).
Yang guru2nya pada religius dan berbudaya. (Gak kayak murid2nya)
Yang tempat parkirnya baru diluasin setelah aku mau lulus (bagussss….)
Yang murid2nya pada sok2an naek mobil ke sekolah, padahal belom bisa cari duit, dan nggak nyadar kalo mereka tuh cuma nambahin polusi doank. (padahal kalo jalan kaki juga gak nyampe 15 menit, mank dasar budaya males dan materialistis aja).
Yang perpusnya cuma jadi tempat dingin2an habis olah raga doank (gak juga sih, ada kok manusia2 "angker" yang datang ke sana demi tujuan akademis).

-Reminiscing My Promnite-
promnite yang aneh…
pada ingat gak ya waktu tiba2 tema & dresscode promnite-nya diganti "Promantic Flowers"? Kalo gak salah 1 minggu sebelum hari H?
Asli, goblok banget tu panitia…
akhirnya terdapat protes2 keras terhadap keputusan yang mendadak itu.
Tema dipertahankan, dresscode diilangin. YA IYALAH! Jelas2 anak2 kelas 3 (khususnya cewek2 IPS yang terlalu mementingkan penampilan, termasuk aku)
tuh dah pada bikin dress jauh jauh hari sebelumnya (ada gak ya yang udah bikin baju promnite sejak diterima di SMA?)
maksudnya apa dresscode promantic flowers? mual dengernya.
ada juga promantic muntahhhhhh!!!!
hihihihihi…

kalo temanya Brandon Flowers nah aku baru setuju!!!!
(dasar labil)

yo weiz lah……. aku kok lagi gak semangat nge-blog nih (gak semangat aja dah segini panjangnya?!)
lagian udah malem nih.

c u. thatha. mmuachh. (apaan sih?)

Lost in Time

Sunday, January 21st, 2007

Tuesday, January 16th, 2007.
8:39 pm.

hai hai blog.
hari ini (waktu aku ngetik, bukan waktu aku ngepost) seharusnya ada yang udah balik ke wonosobo, tapi nggak jadi (dan yang terjadi justru lebih menyenangkan).

malam ini ada yang akan pergi ke jogja dari Malang naek travel, tapi nggak tahu kapan nyampenya.

besok ada yang harus pergi ke solo untuk kunjungan ke Monumen Pers Nasional di Solo. (duh males bgt deh)

kemaren ada yang nomat berdua, nonton "Night at the Museum" trus makan di Waroeng Steak. (seneng banget lho, thanks thanks thanks)

Dan kemaren juga,
ada yang ngerjain tugas dibantuin sama orang yang disukainya, hehehe… (sapa ya?)

life goes on yah?
Everything is moving so fuckin fast.
so unpredictable.

some things tie our life together.
Days like that should last and last and last

(dua kalimat terakhir diambil dari lagunya Dashboard Confessional yang "Dusk&Summer")

eh, jadi ingat kalimat ini:
"Sometimes things don’t go as well as we’ve planned,
but then they turn into something better than we’ve planned."

bener banget tuh.

HOAHHHH (Nguapku gede banget, dah kayak kuda nil gitu)
duh kok aku udah ngantuk ya? padahal baru jam 08:44 malem.
baguslah. Kayaknya penyakit insomnia-ku dah sembuh.
Kemaren aja aku tidur jam setengah 11. Bangun jam setengah 5.
keren banget kan?

dah dulu ya… thatha.

The Ultimate Love Song

Tuesday, January 9th, 2007

the ultimate love song!!!

Lagu cinta apa yang gak akan pernah lekang oleh waktu?

LINGER-nya The Cranberries!!!
Walaupun lagu ini tentang kisah cinta yang pahit, tapi aku suka banget.
Ceritanya tentang mencintai seseorang yang sebenarnya tidak pantas untuk kita cintai. Kita tahu dia buruk bagi kita, tapi kita tetap nggak bisa meninggalkannya. (nangis nih gw). Bagi Dolores (vokalisnya The Cranberries), lagu ini tentang ciuman seriusnya yang pertama…..

ini liriknya. Hiks. My favorite song since I was a kid maybe, I don’t know.

"Linger"

If you, if you could return, don’t let it
burn, don’t let it fade
.

I’m sure I’m not being rude, but it’s just your
attitude,
It’s tearing me apart, It’s ruining everything.

I swore, I
swore I would be true
, and honey, so did you.
So why were you holding her
hand? Is that the way we stand?
Were you lying all the time?
Was it just a
game to you?

But I’m in so deep. You know I’m such a fool for you.

You got me wrapped around your finger, ah, ha, ha.
Do you have to let it
linger?
Do you have to, do you have to,
Do you have to let it linger?

Oh, I thought the world of you.
I thought nothing could go wrong,

But
I was wrong. I was wrong.
If you, if you could get by, trying not to
lie,
Things wouldn’t be so confused and I wouldn’t feel so used,
But you
always really knew,
I just wanna be with you.

But I’m in so deep. You
know I’m such a fool for you.
You got me wrapped around your finger, ah, ha,
ha.
Do you have to let it linger? Do you have to, do you have to,
Do you
have to let it linger?

And I’m in so deep. You know I’m such a fool for
you.
You got me wrapped around your finger, ah, ha, ha.
Do you have to
let it linger? Do you have to, do you have to,
Do you have to let it linger?

You know I’m such a fool for you.
You got me wrapped around your
finger
, ah, ha, ha.
Do you have to let it linger? Do you have to, do you
have to,
Do you have to let it linger?

5 Film Zombie: Skala 1-10

Tuesday, January 9th, 2007

Sunday, January 07, 2007

10:57 pm

 

5 Film Zombie yang Pernah
Kutonton: skala 1-10

 1. Dawn of the Dead

Score: 9

Keren.
Keren banget. Bagian yang paling kusuka adalah saat mereka (orang-orang yang
masih selamat dari zombie) terjebak di mall. Ide yang brilian! Di sana mereka bisa ngelakuin
apa pun; tidur di kasur model (seperti di video klip-nya Kanye West yang bareng
Adam Levine itu lho), makan semua cadangan makanan yang ada (PRINGLES! GRATIS PULA!), nyobain baju-baju
keren (hal pertama yang akan kulakukan kalau aku terjebak di mall seperti itu),
pokoknya menggunakan sarana apa pun yang ada di mall (termasuk LCD flat gede
buat nonton dan main game). Bagaimana bisa terjebak di sebuah mall yang
dikelilingi oleh zombie-zombie kelaparan terlihat begitu menyenangkan? Itulah
keistimewaan semua film tentang zombie: GAK MASUK AKAL!

Selain
itu, aku suka banget adegan waktu mereka akhirnya bosan dan memutuskan untuk
menembaki zombie-zombie yang ada di luar gedung dari lantai teratas
(kreativitas itu penting saat kau terjebak di antara para zombie). Yang lucunya
lagi, mereka berlomba menembaki zombie yang mirip artis.

Ada zombie yang mirip Burt Reynolds, Rosie
O’Donell, dll. Konyol banget deh. Coba aja mereka bikin zombie-nya Brandon Flowers,
pasti filmnya bakal lebih sukses!!!

Hikmah
yang dapat diambil dari film ini: kalau dunia ini tiba-tiba diserang oleh
zombie, tempat pertama yang harus kau tuju adalah pulau terpencil, bukannya
mall. Bener lho. Iya sih, di akhir film diperlihatkan bahwa di pulau terpencil sekalipun
masih ada zombie, tapi itu

kan
pinter-pinternya si pembuat film supaya ada kemungkinan untuk sekuelnya!

2. Land of the Dead

Score: 9,5

Excellent
sequel!

Susah lho bikin sekuel yang sanggup
menyeimbangi pamor film perdananya. Sama susahnya bagi The Killers untuk bikin
album yang mampu menyaingi angka penjualan album pertama mereka (yang booming
banget di Amrik dan Eropa, bukan di negara ini, mengingat selera musik orang

Indonesia
tuh masih taraf homo erectus. No heart feelings, becanda kok.). MAAF, MAAF.
Salah satu syaraf otakku yang khusus menyimpan segala memori tentang The
Killers baru aja bereaksi.

Intinya,
film ini adalah sekuel dari Dawn of the Dead yang nggak kalah serunya dari film
pertamanya itu. Yang menarik, dalam film ini dikisahkan bahwa para zombie sudah
hidup bertetangga dengan manusia. Jadi, setiap orang harus membawa senjata dan
memakai kendaraan bermotor kemana pun akan pergi. Gak hanya kekerasan,
materialisme juga benar-benar diusung oleh film ini. Ceritanya, orang-orang
kaya bisa tetap hidup mewah di sebuah tempat yang sudah diisolasi dari para
zombie, sedang yang miskin terpaksa hidup dalam ketakutan.

Oh,
ada lagi yang istimewa! Di film ini, pemeran utamanya lebih kece-kece lho.
Zombie-nya juga lebih pintar-pintar (bisa berenang lho! Kurang apa lagi coba?).

Adegan
yang paling kusuka di film ini adalah “adegan zombie si kepala buntung yang
menyerang ketika para jagoan berada di mobil”. Jadi, si zombie ini kepalanya
udah nyaris putus gitu, tapi masih bisa menggigit. Padahal leher dan kepalanya
tuh hanya tersambung oleh syaraf-syaraf gitu. Naas banget pokoknya.

Harus
diakui, film ini cukup dangkal, jadi jangan coba-coba deh mencari filosofi
hidup dari film semacam ini. Tontonlah sebagai sarana hiburan semata (yah… semoga
aja dengan melihat usus manusia dicabik-cabik, kau akan merasa terhibur!).

Hikmah yang dapat diambil dari
film ini: jangan sekali-sekali meremehkan kemampuan intelegensia para zombie.

3. Shaun of the Dead

    Score: Nonton
pertama kali-10, kedua kali-9, selanjutnya-8.

Mau lihat orang Inggris ngelucu tapi
jayus? Tonton film ini! Sangat pas ditonton oleh orang-orang yang sedang
kekurangan selera humor maupun orang-orang yang kelebihan selera humor. Sebelum
nonton film ini, aku nggak tahu kalau drama, komedi, zombie, dan usus terburai
itu bisa dipadukan dalam satu paket film, dengan takaran yang pas pula! Itulah
keistimewaan film ini.

Adegan favoritku adalah ketika Shaun
dan Ed melempari zombie dengan piringan hitam. Asli, goblok banget. Jelas-jelas
adegan itu melecehkan Sade dan musisi yang bekerja keras membuat soundtrack
film Batman!

Kalimat favoritku dalam film ini: “removing
the head or destroy the brain!”

Hikmah yang dapat diambil dari film
ini: selalu menonton berita televisi sampai selesai, jangan setengah-setengah!
Dan selalu ingat janji kencan dengan pacarmu. Kalau tidak, bisa saja dia
memutuskanmu di saat yang tidak tepat—saat para zombie muncul ke dunia—dan akibat
luka hatimu yang begitu dalam, kau jadi tidak sadar bahwa di sekitarmu zombie
tengah menyerang!!!

4. House of the Dead

Score: 2

Film
gagal. Beneran deh. Kayaknya yang buat film tuh cuma pengen seneng-seneng aja.
Adegan slow motion-nya jayus banget.

Hikmah
yang dapat diambil dari film ini: JANGAN NONTON FILM INI.

5. Boy Eats Girl

Score: 4

HAH!
Kombinasi zombie terkutuk dan tingkah polah murid-murid SMA yang haus seks. Gak
begitu buruk, ada lucunya juga sih. Tapi ya… masih payah. Nonton film ini harus
sabar, karena perjalanan menuju terwujudnya populasi zombie di Inggris memakan
waktu yang agak lama dalam film ini. Gak kayak film-film lain yang langsung to
the point.

Alkisah,
ada cowok cakep bernama Nathan yang naksir dengan sahabat lamanya, Jessica
(diperankan oleh Samantha Mumba). Nathan ingin menyampaikan perasaannya itu
kepada Jessica dan ngajak Jessica pacaran, tapi dia seperti kehilangan
kata-kata setiap bertemu Jessica (basi banget ya?). Lagian bokapnya si Jessica
nih rese’ banget, selalu menghalang-halangi Nathan dalam usahanya mengejar
Jessica (anehnya, bokapnya Jessica tuh kulit putih, tapi Jessica nih kulit
hitam. Bukannya aku rasis, tapi kok… aneh ya? Oh, mungkin si Jessica ni anak
adopsi kali yah…).

Suatu
hari, salah seorang teman Nathan yang jahil ngirim sms ke Jessica pake HP-nya
Nathan. Isinya apa lagi kalo bukan ngajak Jessica ketemuan di “gubuk” tempat
mereka biasa nongkrong (WC kaleee…). Jessica (dengan sangat PD-nya) menyanggupi
ajakan ini. Mau nggak mau, Nathan akhirnya mempersiapkan mentalnya untuk
bertemu Jessica. Sampe di gubuk itu, Nathan menunggu dan menunggu. Jessica
sendiri terkurung di kamarnya lantaran bokapnya yang rese’ itu nggak ngijinin
dia pergi (norak banget tu bokap, lagian Jessica-nya juga goblok sih, baru
melarikan diri dari kamar di saat-saat terakhir).

Nathan
sempat menulis “naskah” kata-kata yang akan disampaikannya kepada Jessica di
gubuk itu, tapi selalu “tidak cukup bagus” dan ia lemparkan begitu saja di
lantai. Jessica nggak datang. Dengan perasaan kacau, Nathan pergi dari gubuk.

Jessica
akhirnya melarikan diri dari kamarnya, pergi ke gubuk. Nathan gak ada di

sana dan Jessica menemukan
“naskah” si Nathan. Kesalahpahaman demi kesalahpahaman muncul. Nathan bunuh
diri setelah dia mabuk (sok dramatis). Ibu Nathan menggunakan ilmu hitam untuk
menghidupkan Nathan lagi, tapi ada resep yang lupa dimasukkan (merica
kayaknya), Nathan hidup kembali, tapi jiwanya nggak ada. Jadilah si Nathan ini
mayat hidup yang selalu lapar dan menginginkan daging manusia sebagai sarapan,
makan siang, dan makan malam.

Selanjutnya, bisa ditebak,
setengah populasi manusia di Inggris berubah menjadi zombie. Cuma gara-gara ibu
yang teledor.

Tapi
penyelesaiannya juga gak mutu banget. Cuma dengan sekali gigitan ular, dan…
tadaaa…!! Anda bisa kembali menjadi manusia lagi walaupun tadinya Anda sudah
terinfeksi. Males banget kan?

Hikmah
yang bisa diambil dari film ini: cewek-cewek harus belajar mengoperasikan
traktor atau alat-alat berat lainnya agar ketika zombie menyerang, kita bisa
menumpasnya dengan peralatan berat itu. (Serius nih, masa’ iya sih ada cewek
SMA yang bisa mengemudikan traktor? Sutradaranya labil tuh.)

HOW ABOUT U?

 

Suka nonton film ZOMBIE gak?

Something about “FICUS”

Tuesday, January 9th, 2007

        Bagi sebagian orang (terutama
anak-anak muda yang kerjaannya gak jelas ngapain), pohon beringin itu mungkin
nyeremin, nakutin, nyebelin, rese’, gak penting, gak pantas dipikirin, dan
sebagainya
. Kalo diliat-liat emang iya sih. Akar gantungnya tuh lho, serem
banget. Awut-awutan. Berantakan. Kelihatan gak terurus…. (ini kok kayak
ciri-ciriku sih?) Tapi itu kan bagi orang yang tukang nge-judge dari tampilan
luar doank. Bagaimana pohon beringin itu sebenarnya, mereka nggak pernah tahu.
Dari divisio atau ordo apa tumbuhan itu, mereka juga nggak pernah tahu (sebenarnya
aku juga paling males belajar biologi). Padahal, beringin itu kan pohon yang
keren!
Stylish bo’.  Eksotis. Dan tentunya,
fungsional! Bisa aja pohon beringin
itu jadi tempat berteduh yang aman di kala hujan (especially di Jogja,
akhir-akhir ini kan sering banget hujan), dan asal tau aja, di Bali, pohon
beringin itu dianggap pohon suci lho!

    Beringin tuh genus yang punya lebih dari 800 spesies kayu.
Ia berasal dari keluarga bahagia
 moraceae dan merupakan tumbuhan asli
daerah tropis nan agamis (halah). Sayangnya, aku belum punya informasi tentang
spesies beringin apa aja yang paling sering ditemukan di Indonesia (wikipedia
juga nggak terlalu banyak membantu).

    Tapi, saat
ini, aku punya pohon beringin favorit lho. Ada dua malah. Dua-duanya berada di
dekat terminal condong catur. Gak tau kenapa, kedua beringin itu adalah simbol….
partai golkar, halah, maksudku simbol…. ada deh. Halah halah. Gak mutu banget
paragraf yang ini!

    Esensinya adalah… tidak semua yang berkonotasi buruk itu selamanya
mutlak buruk. Dan nggak semua yang dicap baik itu selamanya mutlak baik. Seperti
dalam ilmu komunikasi (nggilani), manusia yang memaknai simbol, bukan sebaliknya.
Trus, apa hubungannya?! Halah. Maksudku, manusialah yang memberikan konotasi itu,
padahal mungkin tidak selamanya cewek berambut panjang dan lurus itu cantik (liat
aja ju’on dan sadako), atau… nggak selamanya cowok berotot itu seksi (kebanyakan
cewek-cewek malah jijik liat binaraga). Ya nggak sih?  Mungkin sekarang anggapan mayoritas orang
Indonesia tentang pohon beringin adalah pohon yang sarat dengan aroma "mistis" (ingat
pohon beringin di lintasan subway di Jakarta yang nggak bisa ditebang itu nggak?),
tapi suatu saat mungkin aja image pohon beringin itu berubah. Misalnya,
orang-orang mulai menganggap pohon beringin itu adalah pohon yang romantis. Bisa
aja suatu saat ada tren "menyatakan cinta di pohon beringin" (gak mungkin ya?).
Tapi bener kan, pohon beringin itu gak selamanya berkonotasi negatif? Buktinya,
salah satu dari lima sila dasar negara kita dilambangkan dengan pohon beringin
(yang berarti "persatuan")?! Lambang
partai golkar juga pohon beringin! Hayo lho… udah romantis, politis lagi!
Halah halah. Apaan sih? Mungkin karena sekarang udah lewat jam 1 malam, 
otakku jadi setengah eror. Tunggu, tunggu, pohon beringin itu lambang persatuan
ya? Hmm… bener banget tuh.

    Udah ah. I think I need some sleep. Beneran nih, sel-sel
otakku dan syaraf mataku sudah jerit-jerit dari tadi. Makanya hasil tulisan kali
ini agak ngelantur (bukannya tiap tulisanku ngelantur ya?). Ya udahlah, yang
penting…
FICUS ROCKS! Hehehehehe….

Littlest Things by Lilly Allen

Sunday, January 7th, 2007

 

Saturday, January 6, 2004

Di lagu “Littlest Things”, Lilly
Allen bercerita tentang hal-hal kecil yang selalu membuatnya teringat
akan seseorang yang dicintainya. Sayangnya, saat itu mereka sudah
nggak sama-sama lagi. Sumpah, tuh lagu keren banget. Nggak ada majas
metaforanya, gak sok puitis, tapi jujur banget.

Aku setuju banget sama Mbak Lilly (halah).
Terkadang, untuk menyukai (atau mencintai) seseorang, nggak perlu
dilandasi oleh alasan nobel kan? Mungkin dia aktivis HAM, atau
aktivis greenpeace, atau penemu obat kanker, tapi bisa aja kita tertarik
padanya hanya karena dia selalu memasukkan kemejanya ke dalam celana? Atau
karena dia nggak pernah lupa menaruh dudukan toilet ke posisi semula
setelah buang air? (contoh yang aneh). Tapi bener deh, terkadang
hal-hal kecil itulah yang paling membekas di hati. Kita menyukai
orang itu mungkin karena selera humornya yang jayus, bukan karena dia
pernah menyelamatkan ikan paus atau apa.

Jadi ya… bisa
dibilang aku suka kamu karena hal-hal kecil yang pernah kamu lakuin
untukku. Dan jarang-jarang lho ada orang asing yang kurang kerjaan
baca-baca blog-ku. Mmm… sebenarnya banyak sih alasan kenapa aku
suka kamu. Tapi bakal melanggar kode etik jurnalistik kalau ditulis
di sini. Biar aja jadi rahasia, oke??  Terkadang sedikit misterius
itu lebih menarik dan seksi lho (ngelantur, teori dari mana coba?). Tapi, yang jelas, Aku sayang kamu apa adanya kok. Jadi… nggak
usah khawatirkan itu ya.

Kalo kamu nggak
pernah lihat aku labil di hadapanmu, mungkin karena kamu satu-satunya
orang yang bisa bikin kelabilanku itu sirna. Huek. (Lagian, aku pasti
jaim lah! Mana mungkin sih aku mau menunjukkan sisi labilku di
depanmu?!Hwehehehehe…)

Sebaiknya yang jaga laundry jangan cowok deh….

Sunday, January 7th, 2007

Friday, January 5, 2004

Tadi pagi kan aku beres-beres kamar
tuh. Ganti sprei dll. Males lah nyuci bed cover sendiri, jadi aku
memutuskan untuk pergi ke laundry terdekat. Sesampainya di laundry
tersebut, ternyata yang jaga cowok (biasanya yang jaga mbak-mbak,
tapi aku mank pernah ketemu cowok A ini sebelumnya. Dan ada satu
cowok lagi yang juga sering jaga laundry, anggap aja si cowok B).

Nah cowok A ini
ngajakin aku ngobrol sambil nulis nota. Trus tiba-tiba dateng cowok
B. Trus dia bilang gini, “Oh ini mbak siapa ya namanya… yang
rumahnya di concat sebelah sana tuh kan?”

Duh duh, psikopat
nih kayaknya. Tau-taunya rumahku dimana. (aku sudah nervous gitu).

Trus dia ngomong
lagi, “Oh iya, mbak Fifi! F-I-F-I.”

Nyeremin deh
pokoknya.

Eh trus dia
ngomong lagi, “cuciannya gak ada CD-nya kan?”

ARGHHHH!!!! Kenapa sih ni orang rese
banget?!!!

Gak lagi-lagi deh nyuci di laundry
itu.

Gak lagi-lagi!!!!

Ataukah ini pelajaran bagiku agar aku tidak males nyuci bed cover sendiri?!