Tuesday, February 6, 2006.
08:41 p.m.
Saat ini para sinetronis (ada gitu istilah "sinetronis"?) sedang hobi2nya bikin sinetron yang memakai judul nama cewek.
Daripada pusing2 nyari judul (yang pada akhirnya juga gak bakalan nyambung ma inti ceritanya, karena episodenya diperpanjang mulu),
mending ngikutin tipu muslihatnya telenovela, yaitu memakai nama tokoh utamanya yang notabene adalah cewek (cewek cantik nan bohai,
namun hidupnya tertindas karena dia bego). Jalan keluar ini dirasa gampang, praktis, dan… murahan (alias gak kreatip).
Yang penting ada sinetron baru untuk ditayangkan saat prime time, judul apapun kayaknya oke-oke aja. Toh banyak juga kok yang nonton (sinetron oh sinetron, biar jelek banyak yang nonton).
Hmm, mari kita lihat. Siapa sajakah cewek tertindas itu? Ada si Wulan, si Intan, si Sherina (belum tayang ya?), dan… "Si Phie’ul" (tertindas karena sinetron).
Hehe. Atau yang bagusan dikitlah, "Ulfi". Lha. Gak banget deh. Maap maap saja, tapi nama saya terlalu kece untuk jadi judul sinetron.
Kalo jadi judul film Hollywood sih oke. Tapi yang meranin aku gak boleh Angelina Jolie. Emank sih kami berdua mirip,
tapi aku ngerasa dia bukan pribadi yang tepat untuk memerankan seseorang yang begitu sensitif seperti aku (huek).
Kalo Jennifer Aniston mau meranin aku sih boleh2 aja. Secara dia memang orang yang kukagumi. Halah. Jadi ngelantur gini.
Kembali ke intinya deh (intinya= sinetron itu jelek). Gak usah ke isinya, judulnya aja kadang2 udah nyeremin.
Kenapa sih judulnya "Sumpah! Gue Sayang Loe!"? Kenapa juga judulnya "Tukang Kebunku Sarjana Lho"?
Kenapa nggak skalian aja, "Sumpah! Lo Seksi Banget! Bikin Gue Pengen! An*tiit*!" atau sekalian aja,
"Tukang Kebunku Menteri Perhubungan lho. Tukang Kebunmu Gimana? Lulusan Mana? Predikat Cum Laude gak?".
Wah, kalo ada judul sinetron kayak gitu, salut banget deh.
Sinetron oh sinetron.
Kian hari kian memuakkan.
Banyak wajah yang dipaksakan.
Skenarionya kok kayak dadakan.
Yah, kita doakan saja semoga suatu hari para sinetronis itu bertobat.
Kalo nggak, ntar bakal ada judul sinetron religi kayak gini,
"azab sutradara sinetron yang bikin sinetron asal-asalan".
Tapi beneran lho, efek sinetron yang nggak bermutu terhadap otak orang Indonesia itu sangat fatal.
Khususnya bagi anak2. Terbukti dari banyaknya keponakanku yang tingkahnya udah aneh2, padahal
usia mereka masih sangat belia. Contohnya adalah menyembur muka teman mereka sendiri dengan air. Waktu ditanya,
"Liat dari mana?" Jawabannya dah bisa ditebak, "Dari TV."
BAGUEZZZZ….
Jadi, hati-hati aja buat para orang tua. Jangan membiarkan anak Anda "dididik" oleh sinetron.
Wah, Indonesia gak bakal maju kalau anak-anak kecil pada nongkrongin sinetron tiap malem. Menunggu kisah "Cookies". Atau "Teenlit".
Atau "Heart the Series" yang intinya ngajarin anak2 kecil "Cara Pacaran yang Baik dan Benar dimulai Sejak seragam Merah Putih".
Misi ini kemudian dilengkapi dengan kehadiran "Penikahan Dini" lah, "Pengantin Remaja" lah. Waduh, bisa2 cewek2 SMA minta dikawinin
sama guru BP mereka yang cakep (walaupun kemungkinan adanya guru BP yang secakep si Sugiono itu sangat kecil)!
Untuk para orang tua yang bekerja, hati-hati menitipkan anak pada baby sitter. Pada umumnya, tontonan para baby sitter adalah sinetron.
Dan itu berdampak amat BESAR pada anak Anda. Apalagi di sinetron banyak adegan kekerasan, bisa2 baby sitter Anda terpengaruh untuk
menerapkannya pada anak Anda. Bahaya, kan? Solusinya, ganti saja Channel Anda dengan National Geographic atau Discovery Channel.
Hihihi. Biar mampus tuh baby sitter ngeliatin singa masai lagi kawin!
Udah ah. Aku jadi cerewet gini. Terinspirasi oleh siapakah diriku? Jawabannya adalah seorang sepupuku yang masih kecil banget (SD kelas 4 kalo gak salah)
tapi gayanya udah kayak tante girang gitu gara2 kebanyakan elemen2 sinetron dalam dirinya. Hal ini diperparah karena namanya dijadikan judul sinetron!
Wah, tambah getol aja dia di depan TV. Kata mamanya sih gitu. Huh! Coba ada aku, pasti aku ikutan nonton sinetron! HALAH. GAK MUNGKIN. Pasti dia kupaksa
melakukan hal lain yang lebih berguna selain duduk pasif di depan TV, mengagumi karya sampah sutradara2 dan produser2 mabok.
Uh, kenapa sih Save Our Nation di Metro TV gak pernah ngebahas buruknya persinetronan Indonesia? Padahal, serius nih, bangsa kita perlu diselamatkan dari
sinetron. Terlebih lagi karena kebanyakan anak muda jadi pengen bekerja sebagai pemain sinetron. HUH. MENYEBALKAN! Katie Holmes aja masih mati2an kuliah di Harvard walaupun
udah jadi bintang Dawson’s Creek, eh… manusia2 ini malah pengen putus sekolah demi casting "Tukang Kebunku Sarjana Lho"? Mampus deh….
Ada yang salah dengan generasi penerus kita!!!!
Udah ah, kok aku jadi cerewet banget gini. Beraninya di blog doank. Padahal kalo ketemu Pak Punjabi paling senyam-senyum juga (gak mungkin lah ya,
kalo ketemu dia aku pasti pasang tampang jutekku yang mematikan). Hehe. Piz out.